Sabtu, 13 Oktober 2012

SOSIOLOGI KELAS 12

Pengertian Perubahan Sosial
Gambar 1.1 Perubahan zaman dari orang naik kuda menjadi naik mobil
Amatilah gambar di atas yang membandingkan zaman dulu dan zaman
sekarang. Zaman dulu pada umumnya kendaraan untuk bepergian adalah kuda,
tapi zaman sekarang sudah mengalami perubahan, orang sudah menggunakan mobil.
Dari gejala sosial itu dapat ditemukan makna bahwa telah terjadi perubahan dalam
masyarakat. Perubahan dari yang primitif menjadi modern, dari yang sederhana
menjadi kompleks, dan atau perubahan-perubahan lainnya baik yang dinamis maupun
tidak dinamis.
Setiap orang dapat memberikan definisi tentang perubahan termasuk
perubahan sosial. Anda juga dapat memberikan definisi berdasarkan sudut pandang
Anda. Anda dapat meninjaunya dari sudut pandang teknologi, pendidikan, sosial,
budaya, atau bahkan agama. Namun demikian, secara definitif pengertian tentang
perubahan sosial sangat banyak. Para Sosiolog maupun Antropolog telah banyak
mempersoalkan mengenai pembatasan pengertian perubahan-perubahan sosial dan
kebudayaan. Berdasarkan definisi-definisi yang ada, dapat dikemukakan beberapa
pemahaman perubahan sosial menurut para ahli sebagai berikut.
1. William F. Ogburn
Ogburn mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi
unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang
fokusnya adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan materiil terhadap
unsur-unsur immateriil.
2. Kingsley Davis
Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang
terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari definisi ini dapat dijelaskan
bahwa, dalam perubahan sosial yang mengalami perubahan adalah struktur
sosial dan sistem sosialnya.
Sumber: http://www.thisisajourney.org
Sumber: http://www.cilacapkab.go.id
Sosiologi SMA Kelas XII 4
3. Mac Iver
Mac Iver lebih membedakan antara utilitarian elements dengan cultural
elements yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan manusia yang primer
dan sekunder. Utilitarian elements disebut dengan civilization. Artinya semua
mekanisme dan organisasi yang dibuat manusia dalam menguasai kondisi-kondisi
kehidupannya, termasuk di dalamnya sistem-sistem organisasi sosial, teknik
dan alat-alat material. Oleh karena itu, perubahan sosial yang terjadi juga menurut
Iver seputar cultural elements dan utilitarian element tersebut.
4. J.P. Gillin dan J.L. Gillin
J.P. Gillin dan J.L. Gillin mengemukakan bahwa perubahan-perubahan
sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi
penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuanpenemuan
baru dalam masyarakat.
5. Samuel Koening
Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada
modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.
Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern maupun
sebab-sebab ekstern yang menimbulkan perubahan.
6. Selo Soemardjan
Selo Soemarjan mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahanperubahan
pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat
yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap
dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Penekanan
definisi ini tertumpu pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan
pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi
struktur masyarakat lainnya.
Perubahan sosial merupakan segala perubahan dalam masyarakat, yang
mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikapsikap,
dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat,
yang berpengaruh terhadap masyarakat yang bersangkutan baik secara
materiil maupun immateriil. Bedakan dengan perubahan budaya yang
fokusnya adalah perubahan dalam segi budaya, seperti penemuan dan
penyebaran mobil, penambahan kosakata dalam bahasa, bentuk seni baru,
dan sebagainya.
Proses Perubahan Sosial
1. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan
Dalam masyarakat, keseimbangan (social equilibrium) merupakan suatu
hal yang menjadi harapan dan tujuan bersama. Dalam prinsip keseimbangan ini,
antarlembaga kemasyarakatan terdapat posisi yang saling mengisi sehingga
tercipta masyarakat yang damai dan tentram. Apabila dalam masyarakat terjadi
perubahan, maka akan
terjadi suatu penyesuaian.
Adakalanya terjadi
unsur baru yang
bertentangan dengan
unsur lama, dan terjadi
penyesuaian dengan
perubahan. Proses
pertentangan unsur yang
diakhiri dengan penyesuaian
tersebut
dinamakan adjustment.
Dengan demikian, manusia baik secara individu maupun kelompok juga
akan melakukan penyesuaian terhadap suatu perubahan. Apabila manusia tidak
mampu menyesuaikan dengan perubahan, maka ia akan tersisih atau tertinggal.
Sebagai contoh adalah, modernisasi yang telah menyentuh berbagai wilayah di
Indonesia, menuntut individu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhirnya individu maupun kelompok masyarakat
memperbaiki diri untuk menyesuaikan dengan perubahan sosial, misalnya melalui
pendidikan.
Perubahan sosial selalu bergerak meninggalkan yang lama menuju situasi
yang baru. Pada waktu terjadi perubahan dari bentuk-bentuk lama menjadi bentuk
yang baru, akan mengalami suatu masa yang dinamakan masa peralihan atau
masa transisi. Masa peralihan ini menimbulkan keadaan yang serba tidak pasti.
Semakin besar dan banyak rekasi masyarakat untuk menerima perubahan, maka
perubahan juga mempunyai kepastian tinggi. Tetapi jika masyarakat kurang
minatnya untuk mengikuti prosesi perubahan, maka kepastian perubahan menjadi
rendah. Ini berarti suatu perubahan sangat tergantung pada kesiapan, persepsi,
dan partisipasi masyarakat.
Gambar 1.2 Kegiatan pendidikan sebagai sarana penyesuaian diri
terhadap perubahan
sumber: Dokumen penerbit
Sosiologi SMA Kelas XII 6
Apabila perubahan sosial menyangkut nilai dan norma sosial, maka akan
terjadi masa transisi sampai norma baru yang menggantikan norma lama tersebut
terinternalisasi dalam masyarakat. Pada masa transisi ini, terjadi disharmonisasi,
dimana keadaan di dalam masyarakat terjadi ketidakserasian.
Ketidakserasian terjadi karena masyarakat yang masih berpegang pada norma
lama dihadapkan pada norma baru. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan
sosial dapat dilakukan melalui penyesuaian terhadap lembaga-lembaga
kemasyarakatan.
Sebagai contoh yang bisa kalian amati, terjadinya gerakan reformasi tahun
1998 telah mengubah sistem demokrasi di Indonesia. Sistem demokrasi ala
reformasi telah memberikan kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. Sejak
saat itu, secara berkelanjutan masyarakat mengupayakan penyesuaian dengan
tumbuhnya berbagai organisasi, seperti partai politik, Lembaga Swadaya
Masyarakat, dan sebagainya, yang pada masa Orde Baru sangat ketat.
Demokratisasi juga masuk dalam dunia pers, sehingga pada masa reformasi,
pers di Indonesia tumbuh dengan subur. Surat kabar, majalah, televisi tumbuh
bak jamur di musim hujan. Dan berita-berita yang disiarkan juga lebih berani
dan terbuka (transparan).
2. Saluran-Saluran Perubahan Sosial
Saluran-saluran perubahan sosial disebut avenue or channel change
adalah saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan dalam
masyarakat yang pada umumnya adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan
dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, politik, dan lain
sebagainya. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut yang pada suatu waktu
mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat, cenderung untuk menjadi
sumber atau saluran utama dari perubahan sosial. Perubahan-perubahan pada
lembaga tersebut akan membawa akibat pula pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan lainnya. Hal ini diakibatkan oleh karena lembaga-lembaga
kemasyarakatan merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Melalui saluransaluran
ini, perubahan sosial memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dengan
pendidikan, misalnya bagaimana pada diri peserta didik dan masyarakat terjadi
perubahan sosial dalam hal nilai, norma, maupun pengetahuan.
Sebagai contoh, ketika terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, maka
terjadi perubahan pada struktur pemerintahan, yakni dari negara terjajah menjadi
negara yang berdaulat. Peristiwa ini juga menandai terjadinya perubahan pada
infrastruktur yang lain, dimana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang lain juga
ikut berubah. Dalam bidang pendidikan, misalnya tidak ada lagi diskriminasi
antar-golongan-golongan dalam masyarakat, seperti halnya pada masa
penjajahan. Setiap orang boleh memiliki pendidikan sesuai dengan yang
dikehendakinya.
Bab 1 - Perubahan Sosial 7
Begitu pula dalam bidang ekonomi mengalami perubahan dari sistem ekonomi
kolonial kepada sistem ekonomi nasional. Perubahan-perubahan tersebut
berpengaruh pada sikap-sikap, pola-pola perikelakuan, dan nilai-nilai yang ada
dalam masyarakat.
Gambar 1.3 Pergantian presiden akan membawa perubahan sosial
3. Organisasi, Disorganisasi, dan Reorganisasi
a. Organisasi
Organisasi adalah kesatuan dari bagian-bagian yang merupakan
bagian dari satu kebulatan, yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Sebuah kota adalah bentuk organisasi, di dalamnya terdapat berbagai
komponen yang melakukan fungsinya masing-masing untuk menjalankan roda
kehidupan. Bagian-bagian tersebut saling berhubungan, dimana masing-masing
mempunyai ketergantungan. Contoh yang lebih kecil adalah organisasi tubuh
manusia. Apabila salah satu anggota bagian tubuh rusak atau sakit, misalnya
mata maka akan terjadi kekacauan dalam tubuh manusia secara keseluruhan.
b. Disorganisasi
Disorganisasi merupakan proses berpudarnya norma-norma dan
nilai-nilai dalam suatu masyarakat dikarenakan terjadinya perubahan lembagalembaga
kemasyarakatan. Disorganisasi terjadi manakala dalam suatu sistem
atau organisasi terjadi ketidakcocokan antar bagian-bagian atau elemenelemen
tertentu, sehingga menimbulkan tercerai-berainya sistem. Contohnya
adalah dalam suatu organisasi partai politik, ada kelompok yang orientasi
politiknya tidak sejalan dengan kebijakan partai, maka kemudian memisahkan
diri, atau membentuk partai baru. Proses disorganisasi inilah yang merupakan
suatu proses perubahan.
sumber: Dokumen penerbit
Sosiologi SMA Kelas XII 8
c. Reorganisasi
Reorganisasi merupakan proses pembentukan norma-norma dan nilainilai
baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga kemasyarakatan yang
mengalami perubahan. Artinya ada proses adaptasi dari bagian-bagian
organisasi atau masyarakat terhadap konsep organisasi baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar